Thursday, May 14, 2009

Malam Pertama Di Alam Kubur























Pakwan telah membeli dan membaca buku Malam Pertama di Alam Kubur (‘Awwalu Laylatin fi al-Qabr’) karya Dr. A‘idh al-Qarni, penulis buku Best Seller “La Tahzan”. Buku ini telah digabung dengan dua buku karya ulama terkenal lainnya: [1] Dr. Muhammad bin Abdurrahman al-‘Uraifi (Hada’iq al-Maut), dan [2] Syaikh Muhammad Husain Ya‘qub (Ahwal al-Qabr).


Pakwan tidak dapat membayangkan situasi malam pertama di dalam kubur. Menurut beberapa hadits Nabi SAW, alam kubur adalah alam barzakh. Satu alam yang “memisahkan” seorang mayat: dari alam dunia (nyata) dan Alam Akhirat. Alam barzakh adalah perhentian sementara. Hanya sekadar transit. Kemungkinannya hanya dua: alam barzakh menjadi “Taman-taman Syurga” atau “Lubang-lubang Neraka”.


Sebelum itu, menurut Nabi SAW, kita akan ditanya dahulu tentang banyak hal oleh dua malaikat Allah swt: Munkar dan Nakir.
  1. Siapa Tuhan mu
  2. Siapa Nabi mu
  3. Apa pegangan mu
  4. Siapa pemimpin mu
  5. Di mana Qiblat mu
  6. Siapa saudara mu
Persoalannya, Dapatkah kita lulus dari ujian kedua-dua malaikat itu?! Tepuk dada, tanya hati, tanya iman.
Pakwan mengutip apa yang dicatat oleh Dr. al-‘Uraifi dalam bukunya. Beliau menulis dalam “Masalah Ketiga”:

“Azab dan nikmat kubur adalah perkara ghaib. Tidak boleh dijangkau dengan akal. Sementara iman kepada hal ghaib adalah sifat terpenting seorang Mukmin, sebagaimana firman Allah ‘Azza wa Jalla,“Alif Lâm Mîm. Itulah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya, sebagai petunjuk bagi orang yang bertakwa. Yakni mereka yang beriman kepada yang ghaib…” (Qs. al-Baqarah [2]: 1-2).


Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Diantara yang harus diketahui adalah azab kubur, disebut juga “azab barzakh”. Setiap orang yang mati akan mendapatkan azab, dalam keadaan apapun kematiannya. Baik dikubur atau tidak. Bahkan sekalipun ia dimakan binatang buas, terbakar hingga menjadi abu yang berterbangan ditiup angin, disalib atau tenggelam di laut. Azab itu akan ditimpa oleh ruh dan badannya, sebagaimana orang yang dikubur.”
Bayangkan!!! Selamat belum tentu dapat, tapi azab barzakh sudah menanti kita. Oleh karena itu, di lembaran awal tulisan al-Qarni, tercatat di sana: “Kuburan itu boleh menjadi taman surga. Sebaliknya, ia juga boleh menjadi satu lubang diantara lubang neraka.” Agar kita bersiap-siap untuk menghadapi malam pertama itu.
Lain lagi dengan Syaikh Ya‘qub. Di awal tulisannya beliau menegur dan mengingatkan kita:“Renungkanlah nasib saudaramu yang kini telah dikubur:
Dulu ia begitu menikmati pemandangan yang dilihat. Kini matanya telah tertanggal;
Dulu perkataannya begitu fasih. Kini cacing tanah telah memakan mulutnya;
Dulu ia selalu tertawa. Kini giginya hancur terbenam tanah.
Cermati dan perhatikan. Yakinlah, bahwa apa yang telah “dia” alami akan “engkau” alami.”
Benar-benar menyeramkan malam pertama ini. Tak satu pun dari kita mampu lari dalam malam pertama itu. Malam pertama yang sangat menentukan: bahagia atau sengsara, syurga atau neraka. Kita benar-benar akan mengalaminya. Sama halnya dengan kematian. Kita juga tidak mampu lari darinya. “Katakanlah, ‘Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagi kamu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.” (Qs. al-Ahzâb: 16).
Pintu barzakh atau kuburan adalah “kematian”. Bukankah semua orang tidak dapat lari darinya?

Ya Allah, hamba benar-benar banyak dosa. Jiwa hamba ‘hitam-legam’ karena dibakar api dosa dan maksiat. Hamba benar-benar takut menghadapi ‘Malam Pertama’ itu. Berikan hamba istiqâmah dalam beramal. Bantulah hamba MU ini untuk selalu konsisten berzikir (mengingat) kepada-Mu, mensyukuri nikmat-Mu dan menyembah-Mu dengan sempurna.


No comments:

Post a Comment